Jumat, 29 Juni 2018

Materi IPA SMK Kelas X Semester 1 BAB 1 LIMBAH DAN JENISNYA




BAB 1. LIMBAH DAN JENISNYA




Standar Kompetensi      :
2. Memahami populasi dan dampaknya pada manusia dan lingkungannya

Kompetensi Dasar         :
2.1    Mengidentifikasi jenis limbah

Indikator pembelajaran:
2.1.1 Menjelaskan pengertian limbah
2.1.2 Menjelaskan jenis-jenis limbah berdasarkan senyawa, wujud dan sumbernya
2.1.3 Menjelaskan limbah B3 dan sifat-sifatnya
2.1.4 Mengidentifikasi limbah yang ada di lingkungan sekolah dan lingkungan tempat tinggal
2.1.5 Mengelompokkan limbah berdasarkan senyawa, wujud dan sumbernya

Motivasi
Sebagai makhluk hidup, kita bernafas dengan menghirup udara, minum dengan air, dan mendapat makanan dari hewan dan tumbuhan. Namun bagaimana jika lingkungan, sebagai sumber kita mendapatkan hal itu semua terganggu? Salah satu faktor yang dapat mengganggu adalah limbah. Tentu jika lingkungan tercemar limbah, maka kehidupan kita akan terganggu. Apa yang akan kamu lakukan jika lingkunganmu tercemar limbah?


Kegiatan 1.
Bacalah artikel berikut!
Penyakit Minamata, Tragedi di Teluk  Minamata Jepang Akibat Merkury
Teluk Minamata terletak di kota Minamata, Kumamoto Perfecture, Jepang. Tragedi ini tejadi pada tahun 1959, sektor perekonomian utama di Minamata adalah perikanan. pada saat itu laporan mengenai penyakit aneh di Minamata sangat banyak masuk pada pemerintah daerah Kumamoto, Pasien menderita Kejang-kejang, tidak bisa bicara dengan jelas, berjalan dengan terhuyung-huyung, lumpuh, koordinasi gerakan terganggu dan gangguan fungsi kerja system syaraf lainnya. Ketika diamati lingkungan sekitar, kucing juga menjadi gila, berjalan berputar-putar, terhuyung-huyung, bahkan diceritakan sampai ada yang melompat ke laut. Tidak hanya itu, juga burung camar dan gagak yang mati dan terlihat di sepanjang teluk Minamata.
Para peneliti dari Universitas Kumamoto (Medical study group) dan Kementrian kesehatan dan kesejahteraan Jepang melaporkan bahwa pada teluk Minamata telah terjadi pencemaran methyl-mercury. Seluruh ikan dan hewan laut lainnya di teluk Minamata juga sudah tercemar, hal inilah penyebab utama penduduk mengalami gangguan pada system syaraf. Umumnya penduduk Minamata mengkonsumsi ikan rata-rata sebanyak 3 kg per harinya, sehingga hal ini menyebabkan bioakumulasi pada penderita.
Penyebab pencemaran ini adalah pabrik besar yang bernama Chisso. Chisso yang didirikan pada tahun 1908, merupakan pabrik yang memproduksi pupuk kimia untuk pertanian dan salah satu pabrik besar yang bergerak dalam bidang ini di Jepang.
Setelah kejadian ini, dalam proses yang panjang, para korban yang terkena dampak mercury menuntut ke pemerintahan dan Chisso sebagai sumber dari pencemaran ini. Akhirnya pemerintah dan Chisso menyediakan ganti rugi kepada para korban yang telah didata, dan dilakukan perawatan dan rehabilitasi yang dibiayai oleh pemerintah Jepang dan Chisso sendiri.
1.        Apa pendapatmu dengan kasus pencemaran di atas?
2.        Buatlah kelompok dengan anggota 3-4 orang. Carilah kasus pencemaran di negara - negara lain.
3.        Presentasikan lah hasil kerja kelompokmu



A.       Pengertian Limbah

Berdasarkan peraturan pemerintah (PP) No.18/1999 Jo.PP 85/1999, limbah didefinisikan sebagai sisa/ buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia. Limbah dapat menimbulkan dampak negatif apabila jumlah atau konsentrasinya di lingkungan telah melebihi baku mutu.

Menurut UU RI No. 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup mendefinisikan baku mutu lingkungan sebagai ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup. Dengan kata lain baku mutu lingkungan adalah ambang batas/batas kadar maksimum suatu zat atau komponen yang diperbolehkan berada di lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif. Jenis limbah yang berbeda dapat memiliki baku mutu yang berbeda di lingkungan.

B.       Pengelompokan Limbah

1.        Pengelompokan Berdasarkan jenis senyawa
Didasarkan pada ada atau tidak ada atom Karbon (C); maka dibedakan atas:
a.       Limbah Organik
Berdasarkan pengertian secara kimiawi, limbah organik merupakan segala limbah yang mengandung unsur karbon (C), sehingga meliputi limbah dari makluk hidup, kertas, plastik, dan karet. Namun secara teknis, sebagian orang mendefinisikan limbah organik sebagai limbah yang berasal dari makluk hidup (alami) dan sifatnya mudah busuk.
b.      Limbah Anorganik
Berdasarkan pengertian secara kimiawi, limbah anorganik meliputi segala limbah yang tidak mengandung unsur karbon, seperti logam, kaca, dan pupuk anorganik. Secara teknis, limbah anorganik didefinisikan sebagai segala limbah yang tidak dapat atau sulit terurai/busuk secara alami oleh mikroorganisme pengurai. Dalam hal ini, bahan organik seperti plastik, kertas dan karet juga dikelompokkan sebagai limbah anorganik. Bahan-bahan tersebut sulit diurai oleh mikroorganisme sebab unsur karbonnya membentuk rantai kimia yang kompleks dan panjang (polimer)

INFO TAMBAHAN
Mengapa limbah organik  mudah membusuk ?  Hal ini dikarenakan  pada makhluk hidup terdapat  unsur    karbon dalam bentuk gula yang rantai kimianya relatif  sederhana sehingga dapat dijadikan sumber nutrisi bagi mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Mikroorganisme dapat menjadi sumber penyakit, selain itu hasil pembusukan sebagian besar berupa gas metana yang juga dapat menimbulkan permasalahan lingkungan.

Limbah anorganik adalah limbah yang tidak mudah hancur atau diuraikan oleh mikroorganisme. Beberapa limbah anorganik sama sekali tidak dapat diuraikan dan sebagian lagi dapat diuraikan tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama. Berikut ini waktu yang dibutuhkan beberapa benda untuk dapat diuraikan/terdegradasi.

No.
Nama benda
Waktu terurai
1.
Kertas
3 – 6 bulan
2.
Kain
6 bulan – 1 tahun
3.
Permen karet
5 tahun
4.
Kayu yang dicat
13 tahun
5.
Nilon
Lebih dari 30 tahun
6.
Plastik dan logam
Lebih dari 100 tahun
7.
Kaca
Satu juta tahun


2.        Pengelompokan berdasarkan wujud
a.        Limbah Cair; segala jenis limbah yang berwujud cairan, berupa air dan beserta bahan-bahan buangan  lain yang tercampur (suspensi) maupun terlarut dalam air.
1.)    Limbah cair domestik:  rumah tangga, perkantoran, pasar, restoran
2.)    Limbah cair industri limbah cair buangan industri-pengolahan makanan, tekstil, pewarnaan.
3.)    Rembesan dan luapan yaitu limbah cair yang berasal dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukaan.
4.)    Air hujan, limbah cair yang berasal dari aliran air hujan diatas pemukaan tanah.
b.      Limbah Padat, merupakan limbah yang paling banyak terdapat di lingkungan yang disebut juga dengan sampah, secara umum, klasifikasi limbah padat menurut istilah teknis ada 6 kelompok:
1.)    Sampah organik mudah busuk (garbage); limbah semi padat basah berupa bahan-bahan organik yang mudah membusuk atau terurai oleh mikroorganisme.
2.)    Sampah anorganik dan organik tak membusuk (rubbish), yaitu limbah padat anorganik atau organik cukup kering yang sulit terurai oleh mikroorganisme, sehingga sulit membusuk. Contohnya, selulosa, kertas, plastik, kaca dan logam.
3.)    Sampah abu (ashes), yaitu sampah padat berupa abu, biasanya hasil pembakaran. Sampah ini mudah terbawa angin karena ringan dan tidak membusuk.
4.)    Sampah bangkai binatang (dead animal), yaitu semua limbah yang berupa bangkai binatang, seperti tikus, ikan, dan binatang ternak yang mati. Limbah ini relatif kecil jumlahnya, tetapi jika terjadi bencana alam sampah ini akan bermasalah karena mudah busuk dan bau.
5.)    Sampah sapuan (street sweeping), yaitu sampah padat hasil sapuan jalanan yang berisi berbagai sampah yang tersebar di jalanan, seperti dedaunan, kertas, dan plastik.
6.)    Sampah industri (industrial waste), yaitu semua limbah padat yang berasal dari buangan industri. Komposisi sampah ini tergantung dari jenis industrinya. Semakin banyak industri yang berdiri akan semakin besar dan beragam sampahnya.
c.       Limbah Gas; 
Di udara, terkandung unsur-unsur kimia seperti O2, N2, NO2, CO2, H2, dll. Penambahan gas ke udara melampaui kandungan udara alami akan menurunkan kualitas udara. Tingkat kualitas udara tergantung pada jenis limbah gas, volume yang lepas, dan lamanya limbah berada di udara. Jangkauan persebaran limbah gas melalui udara dapat meluas karena faktor cuaca dan iklim. Limbah gas yang dibuang ke udara biasanya juga mengandung partikel-partikel bahan padatan (misalnya abu) atau cairan (misalnya tetes asam sulfat) yang berukuran sangat kecil dan ringan sehingga bersuspensi dengan gas-gas tersebut. Partikel bahan padatan atau cairan ini biasa disebut sebagai materi partikulat
Beberapa macam limbah gas yang umumnya ada di udara :
No
Jenis
Keterangan
1
Karbon Monoksida (CO)
Gas tidak berwarna, tidak berbau
2
Karbon Dioksida (CO2)
Gas tidak berwarna, tidak berbau
3
Nitrogen Oksida (NOx)
Gas berwarna dan berbau
4
Sulfur Oksida (Sox)
Tidak berwarna dan berbau tajam
5
Asam Klorida (HCl) 
Berupa uap
6
Amonia (NH3)
Gas tidak berwarna, berbau
7
Metana (CH4)
Gas berbau
8
Hidrogen Fluorida (HF) 
Gas tidak berwarna
9
Nitrogen Sulfida (NS)
Gas berbau
10
Klorin (Cl2)
Gas berbau

Kegiatan 2.
a.              Amatilah lingkungan sekolahmu dan lingkungan tempat tinggalmu.
b.              Tuliskan jenis limbah yang dapat kamu temukan
c.              Klasifikasikan jenis limbah berdasarkan senyawa dan wujudnya.

Tabel 1. Jenis limbah yang ditemukan di sekolah
No
Jenis Limbah
Senyawa
Wujud
Organik
Anorganik
Padat
Cair
Gas
1
Plastik



2






3






4






dst







d.              Presentasikanlah hasil pengamatanmu di depan kelas.
e.              Buatlah kesimpulan dari hasil pengamatan seluruh peserta didik di kelasmu



3.        Pengelompokan berdasarkan sumber
Jika berdasarkan sumbernya limbah dikelompokkan menjadi 5 yaitu :
a.    Limbah Pemukiman
Limbah pemukiman disebut juga limbah rumah tangga atau limbah domestic. Limbah rumah tangga merupakan limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, air cucian, dan kotoran manusia. Limbah yang berasal dari rumah tangga khususnya di kota besar jumlahnya mencapai lebih dari 80%. Limbah domestic dibagi menjadi dua kelompok yaitu (1) limbah cair domestik yang berasal dari air cucian: sabun, detergen, dan minyak (2) limbah cair domestic yang berasal dari kakus: kotoran manusia dan air seni.
b.    Limbah Pertanian
Limbah pertanian terutama berasal dari kegiatan pemupukan dan pemberantasan hama. Pemupukan bertujuan untuk menambah kesuburan tanah. Tetapi penggunaan pupuk yang berlebihan dapat mengakibatkan pertumbuhan gulma. Pestisida merupakan bahan beracun yang digunakan untuk membunuh makhluk hidup yang mengganggu tanaman, hewan, dan sebagainya. Pestisida dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pestisida yang mudah hancur (larut) dan pestisida yang sukar larut. Pestisida yang diberikan pada tanaman biasanya digunakan bersama bahan-bahan lainnya. Pemberian pestisida untuk memberantas hama mengakibatkan akumulasi pada sayuran dan buah yang dapat membahayakan kesehatan orang yang mengkonsumsinya.
c.    Limbah Industri
Limbah ini dihasilkan atau berasal dari hasil produksi oleh pabrik atau perusahaan tertentu. Limbah ini mengandung zat yang berbahaya diantaranya asam anorganik dan senyawa organik, zat-zat tersebut jika masuk ke perairan maka akan menimbulkan pencemaran yang dapat membahayakan makluk hidup pengguna air tersebut misalnya, ikan, bebek dan makluk hidup lainnya termasuk juga manusia.
d.    Limbah Pertambangan
Pada proses penambangan misalnya pada pertambangan emas dan perak, diperlukan raksa (Hg) atau merkuri untuk memisahkan logam berharga dan perak dari batu-batuan dan tanah. Pada proses penambangan tersebut dihasilkan limbah logam berat cair. Logam berat memiliki sifat beracun dan bersifat akumulatif. Logam berat yang masuk ke dalam tubuh manusia tidak dapat dikeluarkan lagi oleh manusia. Sehingga semakin lama semakin meningkat (terakumulasi). Dalam jumlah yang relatif kecil belum dapat dilihat pengaruh negatifnya. Tetapi jika jumlahnya cukup besar mulai terlihat pengaruh negatifnya dalam tubuh manusia.
e.    Limbah Medis
Limbah yang berasal dari dunia kesehatan atau limbah medis mirip dengan limbah domestic pada umumnya. Obat-obatan dan beberapa zat kimia adalah contoh limbah medis. Tetapi ada beberapa jenis limbah medis yang memerlukan penanganan secara khusus dan memerlukan biaya yang cukup mahal untuk menanganinya. Misalnya limbah yang berpotensi untuk menimbulkan penularan penyakit, maka perlu cara khusus untuk mengatasinya yaitu dengan cara non-insenerator sehingga mampu mendisinfeksi limbah medis.

INFO TAMBAHAN
Limbah ekonomis dan non ekonomis
Limbah dapat dibedakan menjadi limbah ekonomis dan non ekonomis. Limbah ekonomis adalah limbah yang dapat dimanfaatkan kembali. Misalnya limbah kertas diolah menjadi bubur kertas untuk dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan tangan Limbah non ekonomis adalah limbah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.



C.       Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Definisi bahan berbahaya dan beracun (B3) menurut PP RI no, 18/1999 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun adalah sisa suatu kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, yang karena sifat atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tak langsung merusak lingkungan hidup, kesehatan, maupun manusia. Limbah B3 dapat diklasifikasikan sebagai zat atau bahan yang mengandung  satu atau lebih senyawa.

Zat atau bahan tersebut di atas diklasifikasikan sebagai limbah B3  karena memenuhi satu atau lebih karakteristik limbah B3 berikut :
1.    Limbah mudah meledak, yaitu  limbah yang pada suhu dan tekanan standar (250C, 760 mmHg) dapat meledak atau melalui reaksi kimia dan/atau fisika dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan sekitarnya.
2.    Limbah mudah terbakar, yaitu limbah yang memiliki salah satu sifat berikut:
a.       Limbah berupa cairan yang mengandung  alkohol kurang dari 24% volume dan/atau pada titik nyala tidak lebih dari 600 C (1400 F) akan menyala apabila terjadi kontak dengan api, percikan api, atau sumber nyala lain pada tekanan udara 760mmHg.
b.      Limbah bukan cairan, yang pada  temperatur  dan tekanan standar (250C, 760 mmHg)  dapat mudah menyebabkan kebakaran melalui gesekan, penyerapan uap air, atau perubahan kimia secara spontan dan apabila terbakar dapat terbakar terus menerus.
c.       Merupakan limbah yang bertekanan yang mudah terbakar.
d.      Merupakan limbah pengoksidasi.
3.    Limbah yang bersifat reaktif, yaitu limbah yang mempunyai salah satu sifat berikut :
a.       Pada keadaan normal tidak stabil dan dapat menyebabkan perubahan tanpa peledakan.
b.      Dapat bereaksi hebat dengan air.
c.       Apabila bercampur dengan air berpotensi menimbulkan ledakan, menghasilkan gas, uap, atau  asap beracun dalam jumlah yang membahayakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
d.      Sianida, sulfida, atau  amonia yang pada kondisi pH antara 2 dan 12,5 dapat menghasilkan gas, uap, atau asap beracun dalam jumlah yang membahayakan bagi manusia dan lingkungan.
e.       Dapat mudah meledak atau bereaksi pada suhu dan tekanan standar
f.       Mnyebabkan kebakaran karena melepas atau menerima oksigen atau limbah organik  peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.
4.    Limbah beracun,  yaitu  limbah yang mengandung pencemar yang bersifat racun bagi manusia atau lingkungan yang dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius apabila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit, atau mulut.
5.    Limbah yang menyebabkan infeksi, yaitu  limbah kedokteran  (misalnya bagian tubuh manusia yang diamputasi atau cairan dari tubuh manusia yang terinfeksi),  limbah laboratorium, atau limbah lainnya yang terinfeksi kuman penyakit yang dapat menular.
6.    Limbah bersifat korosif, yaitu limbah yang mempunyai salah satu sifat berikut :
a.       Menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulit.
b.      Menyebabkan proses pengkaratan pada lempeng baja
c.       Mempunyai pH sama atau kurang  dari 2 untuk limbah yang bersifat asam dan sama atau lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.

Diklasifikasikan sebagai limbah B3 karena mempunyai salah satu atau lebih karakteristik limbah B3 berikut:

-       Mudah meledak (eksplosive);
-       Pengoksidasi (oxidizing);
-       Amat sangat mudah terbakar (extremely flammable);
-       Sangat mudah terbakar (highly flammable);
-       Mudah terbakar (flammable);
-       Amat sangat beracun (extremely toxic);
-       Sangat beracun (highly toxic);
-       Berbahaya (harmful);
-       Korosif (corrosive);
-       Bersifat mengiritasi (irritant);
-       Berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment);
-       Karsinogenik/dapat menyebabkan kanker (carcinogenic);
-       Teratogenik/dapat menyebabkan kecacatan janin (teratogenic);
-       Mutagenik/dapat menyebabkan mutasi (mutagenic).


Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Contoh limbah B3 lainnya adalah logam berat, antara lain:
1.         Merkuri/Raksa (Hg), berwarna perak, berwujud cair pada suhu kamar dan jika dipanaskan akan mudah menguap. Raksa dapat dihasilkan dari industri metalurgi, pabrik kimia, pabrik tinta, pabrik kertas, pabrik tekstil.
2.         Kromium (Cr), merupakan logam keras berwarna abu-abu yang sukar dioksidasi meskipun pada suhu tinggi. Kromium dihasilkan oleh industri metalurgi dan industri kimia.
3.         Cadmium (Cd), merupakan bahan alami yang terdapat pada kerak bumi. Cadmium murni berupa logam warna putih perak. Cadmium jarang ditemukan sebagai cadmium murni. Lebih sering ditemukan sebagai kombinasi unsure lain seperti oksigen, klorin, atau belerang. Cadmium dihasilkan oleh produk sampingan pengecoran seng dan tembaga, industri baterai, dan industri plastik.
4.         Tembaga (Cu), merupakan logam berwarna kemerah-merahan. Tembaga dipakai sebagai logam murni atau logam campuran dalam pabrik kawat, pelapis logam, dan pipa.
5.         Timbal hitam (Pb), dihasilkan oleh pabrik kertas, percetakan, peleburan timah, kendaraan bermotor, dan pabrik cat.
6.         Nikel (Ni), merupakan logam berwarna perak. Nikel di atmosfer dihasilkan oleh pembakaran BBM, pertambangan, penyulingan minyak, dan insenerator.
7.         Arsen, berwarna abu-abu. Penggunaan terbesar adalah untuk pestisida.

Yang temasuk limbah B3 lainnya adalah limbah radioktif. Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 27 Tahun 2002, yang dimaksud limbah radioaktif adalah zat radioaktif dan atau bahan serta peralatan yang telah terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif kerena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion yang tidak digunakan lagi. Limbah radioaktif dihasilkan dari proses nuklir misalnya dari proses fisi nuklir. Limbah radioaktif dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1.         Limbah radioaktif tingkat rendah, merupakan limbah radioaktif dengan aktivitas di atas tingkat normal (clearance level) tetapi berada di bawah tingkat sedang. Jenis limbah ini tidak memerlukan penahan radiasi selama penanganan dalam keadaan normal dan pengangkutan.
2.         Limbah radioaktif tingkat sedang, merupakan limbah radioaktif dengan aktivitas di atas tingkat rendah tetapi berada di bawah tingkat tinggi. Meskipun tidak memerlukan pendingin, limbah radioaktif jenis ini memerlukan penahan radiasi selama penanganannya dalam keadaan normal dan pengangkutan.
3.         Limbah radioaktif tingkat tinggi, merupakan limbah radioaktif dengan tingkat aktivitas di atas tingkat sedang. Limbah jenis memerlukan pendingin dan penahan pada keadaan normal dan pengangkutan, termasuk bahan bakar nuklir bebas.

Gambar  lingkungan yang tercemar B3

Gambar label yang digunakan untuk limbah B3

Kegiatan 3
1.    Carilah contoh sampah B3 yang dapat kamu temukan di lingkungan sekitarmu sebanyak-banyaknya
2.    Klasifikasikan limbah tersebut berdasarkan wujudnya dan sumbernya.  

No
Limbah B3
Wujud
Sifat
1
Kaleng Berkarat
Padat
Menyebabkan infeksi ………………………
2



3



Dst




3.    Apa yang akan kamu lakukan jika menemukan limbah B3 di lingkunganmu?


Kegiatan 4
?Carilah pengertian dari istilah berikut:
a.     Mutagen
b.    Polutan
c.     Pengoksidasi
d.    Korosif
e.     Organik
f.     Toksik
g.     Mikroorganisme
h.    Terurai
i.      Partikulat
j.      Bioakumulasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar